Motor Korban Tabrak Lari Ditahan oleh Pihak Satlantas

Susilawati - Istri Korban Tabrak Lari Edi Antoni

LIPOSSTREAMING.NEWS – Sudah 12 hari Susilawati kehilangan sang suami, Edi Antoni. Sang suami yang jadi korban tabrak lari hingga tewas. Sampai Kamis (5/5) belum diketahui siapa sang pengendara yang menabrak suaminya.

Edi Antoni sendiri menjadi korban tabrak lari di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Sabtu (23 April 2022) sekira pukul 23.00 WIB.

Susilawati (50) saat didatangi Tim Linggau Pos di kediamannya, Jalan Kemang 2 Lorong Manggis 2 RT 06, Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I menjelaskan bahwa saat ini pihak Satlantas Polres Lubuklinggau masih terus mencari siapa pelaku penabrak lari suaminya.

“Saat ini motor suami saya juga masih ditahan oleh pihak Satlantas sebagai barang bukti,” jelasnya, kemarin.

Dari rekaman kamera CCTV yang dicek oleh pihak Satlantas, kata Susilawati, belum bisa mengungkapkan siapa pemilik mobil yang menbrak Edi Antoni. Video CCTV di warung mi ayam Watervang gambarnya tidak jelas. Bahkan setelah dicek semua CCTV Alfamart dan Indomaret yang mengarah ke Simpang Periuk, namun hasilnya nihil karena kamera CCTV mereka hanya mengarah ke parkiran motor, tidak mengarah ke jalan.

Tidak hanya itu, CCTV di Hotel Hakmaz Taba, Hotel Sampurna, RS Mata juga sudah dicek, juga tidak jelas.

“Hal ini membuat pihak kepolisian sulit mengungkap pemilik mobil yang menabrak suami saya. Memang ada saksi yang melihat kejadian memberi informasi melalui mesengger, namun lama-lama sulit dihubungi, dan keterangannya tidak jelas,” tegasnya.

Ia masih sangat berharap pihak kepolisian bisa mengungkapkan siapa pelakunya tabrak lari, dan bisa bertanggung jawab. Ia juga berharap, pelaku sadar dan menyerahkan diri ke Polres Lubuklinggau.

“Pihak keluarga sudah ikhlas, biar Tuhan yang membalas perbuatan dan kami sekeluarga sudah berserah diri kepada Allah SWT. Tapi karena suami saya ini manusia bukan binatang, saya harap itikad baiknya dari pelaku. Pihak keluarga sudah menerima kenyataan korban meninggal, namun kami tidak terima bahwa pelaku penabrak belum ditemukan,” tegasnya.

Susilawati menambahkan, tidak ada firasat atau mimpi buruk apapun sebelum kejadian maupun sesudah kejadian. Hanya saja, sebelum berangkat kerja wajah sang suami kelihatan pucat atau kurang sehat.

Kata Susilawati, sang suami adalah bapak yang sangat bertanggung jawab dan sayang pada keluarga. Selama 30 tahun menjalin rumah tangga dengan korban setiap ada masalah korban tidak pernah mengeluh.

Korban juga sudah 20 tahun jadi tukang tampal ban di depan Watervang bahkan sebelum tampal ban korban juga pernah 10 tahun jalani sopir taksi kuning jalur Taba Pingin, dan tidak pernah kejadian lakalantas. Bahkan korban juga pernah jadi tukang koperasi di pasar, jadi semua bisa menghasilkan uang halal ia kerjakan demi keluarganya. Korban meninggalkan istri, dua anak dan satu cucu.
Sementara itu, Dedek tetangga korban mengungkapkan juga bahwa korban dikenal sangat baik dan ramah sama tetanggah, anak saya saja sedih dengan meninggalnya korban, korban sering manyapah anaknya.

Merela tidak menyangka dan terkejut smendengar korban meninggal akibat tabrak lari dan pelakunya tidak mau bertanggung jawab.

“Saya dan keluarga sekelurahan ini berharap nian kepada pelaku yang tabrak lari segera menyerahkan diri, dan bertanggung jawab, karena korban manusia, bukan binatang, binatang saja pabila ditabrak disuruh bertanggung jawab, apalagi korban manusia yang dikenal baiknya” jelasnya.

Menurut Tina, saksi mata saat kejadian yang berjualan disebelah korban mengatakan, saat itu pukul 23.15 WIB korban mau pulang ke rumah. Korban mengendarai sepeda Motor Honda Supra Fit SBG 3322 HG dengan menarik gerobak tambal ban hendak menyeberangi Jalan Yos Sudarso ke arah Watrevang. Saat menyeberang, tiba-tiba ada bunyi dentuman. Tina terkejut melihat korban sudah tergeletak di jalan karena terpental.

Korban saat itu ditabrak mobil jenis minibus yang melaju dari arah pasar menuju arah Taba Pingin. Mobil tersebut memang terlihat jelas melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil sempat mengelak tapi badan belakang mobil masih mengenai gerobak yang ditarik oleh korban.

Meski melihat tubuh Edi terpental, pengendara mobil justru tambah ngebut melarikan diri ke arah taba pingin.

“Mobil sempat dikejar kawan-kawan yang jualan namun sampai di depan lorong Majapahit mobil tersebut hilang,” jelas Tina.

Menurutnya, mobil yang menabrak korban itu jenis Avanza atau Innova warna silver. Saksi mata tak bisa melihat jelas mobil itu karena lampu jalan itu mati dan hujan gerimis. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Siti Aisyah untuk diberikan pertolongan. Sekira pukul 03.50 WIB korban meninggal dunia akibat luka parah bagian kepala. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *