Minimalisir Cekcok Rumah Tangga, Ini Saran Psikolog

Konselor Psikologi Mery Patrianingsih, S.Psi CH CHt

LIPOSSTREAMING – Konselor Psikologi Mery Patrianingsih, S.Psi CH CHt angkat bicara tentang kasus pembunuhan Rita Sriyanti (37) warga Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi Kepahiang oleh suaminya sendiri yakni ES (35).

Menurut Mery, kasus ini hakikatnya masuk dalam kategori uxoricide, yaitu kasus pembunuhan suami terhadap istrinya sendiri.

Kata Mery, banyak faktor penyebab yang memicu seorang suami tega membunuh istri sendiri. Bisa terindikasi dari balas dendam, sakit hati, memiliki riwayat kekerasan di masa lalu, berada dibawah kesadaran, atau ketidaknyamanan meninggalkan hubungan dengan orang tersebut. Sehingga membunuh menjadi satu-satunya cara untuk bisa bebas dari hal tersebut.

“Jadi ada banyak faktor yang menyebabkannya, ketika si pelaku tidak memiliki jalan lain untuk keluar dari permasalahan, membunuh adalah cara terakhir,” jelas Mery.

Lanjutnya, tidak ada manusia yang tidak akan menemui suatu konflik atau masalah dalam kehidupan dan tidak semua manusia juga bisa memahami suatu masalah yang dihadapinya. Komunikasi yang tidak baik seringkali menjadi penyebab utama seseorang melakukan tindakan gila dan diluar batas kewajaran.

“Pada intinya komunikasi menjadi kunci utama dalam berumah tangga ataupun berhubungan dengan orang lain. Jika komunikasi itu berjalan baik, maka konflik yang terjadi bisa diminimalisir,” terangnya.

Adapun pelajaran yang bisa diambil pada peristiwa tersebut sambungnya, jangan pernah bermain-main dalam berumah tangga. Meski yang sedang dihadapi adalah masalah kecil alias sepele, segera konsultasi kepada orang terpercaya untuk mendapatkan solusi, bisa kepada orang tua, saudara yang lebih tua atau menemui konselor psikolog.

“Artinya ketika terjadi masalah yang dirasa tidak mampu menyelesaikannya, segeralah berkonsultasi kepada orang yang dipercaya bisa membantu,” sarannya.(curup ekspres)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *