Korban Mengajak Istrinya untuk Menodong

ilustrasi KORBAN
ilustrasi KORBAN

LIPOSSTREAMING.NEWS – Berdasarkan keterangan Doni di hadapan penyidik mengungkapkan kejadian penembakan tersebut berawal dari peristiwa penodongan yang dialaminya Selasa (17/5/2022) sekira pukul 09.30 WIB.

Saat itu, kata Doni, ia menjadi korban penodongan yang dilakukan oleh korban, Untung.

Saat sedang menuju kebun miliknya, diberhentikan oleh korban dan langsung mengacungkan sebuah senjata laras pendek kearahnya.

“Karena merasa takut saya langsung tas warna hitam berisi handphone merk Samsung J2, botol minyak angin, seperangkat alat untuk memancing dan bungkus tembakau. Setelah kejadian tersebut saya langsung bersembunyi di pondok dan meminta istrinya mencari bantuan,” ungkap Tersangka, Doni.

Kamis (19/5/2022) sekira pukul 07.30 WIB Sukardi mendatangi pondoknya dan bercerita “Don di Petak 70 ada orang yang ingin menodong Eko, siapa tahu orang itu yang menodong kamu.”

Kemudian Doni dan Sukardi mendatangi tempat dimana Untung pernah menodong Eko dengan membawa sepeda motor masing-masing. Doni sudah membawa kecepek.

Tiba di Petak 70 tersebut Doni, dan Sukardi langsung dihadang Untung yang langsung mengacungkan senjata laras pendek ke arah Sukardi dan Doni.

“Melihat hal tersebut saya langsung menembakan kecepek kearah dada korban sekali. Lalu saya taruk kecepek di semak-semak. Saya langsung menyerahkan diri ke rumah Kepala Desa Pian Raya. Saat itu Kepala Desa Pian Raya menghubungi petugas Kepolisian yang bertugas di Pos Polisi Pian Raya,” jelasnya.

Selain Doni, Polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) sepucuk kecepek milik Tersangka Doni yang diduga dipakai untuk menembak Untung. Polisi juga menyita senpira laras pendek dan pisau milik Untung.

Tersangka dan korban sama sama melakukan tindak pidana, Tersangka Doni menyimpan dan memiliki senpi rakitan melanggar UU Darurat.

“Yang dilakukan Tersangka Doni bukan upaya untuk pembelaan diri, tapi sudah mempersiapkan diri dengan mencari Untung. Maka dia dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tegas AKP Dedy. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *