Ketua RT Dipenjara Gara-gara Membeli Barang di Rupit

KETUA RT : Helmi, oknum Ketua RT 04 Perumnas Nikan, Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Helmi

#Oknum Ketua RT Dituntut 7 Tahun

LIPOSSTREAMING.NEWS –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwa Helmi (50) tujuh tahun penjara, denda Rp 1 Miliar, subsidair enam bulan, Kamis (21/4/2022).

Terdakwa Helmi (50) menjalani sidang tuntutan Kamis (21/4/2022). Oknum Ketua RT 04 Perumnas Nikan, Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 ini diduga memiliki sembilan bungkus sabu netto 0,426 gram dan lima bungkus netto 0,152 gram.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tri Lestari dibantu Hakim Anggota Peri Irawan dan Marselinus Ambarita serta Panitera Pengganti (PP) Emo Hujaimah. Karena pandemi Covid-19, sidang diadakan dengan zoom meeting dan terdakwa berada Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti yang didampingi penasehat hukum dari Posbakum PN Lubuklinggau Febri Habibi Asril.

Dalam tuntutan JPU Akbari Darnawinsyah, SH menyatakan terdakwa terbukti secara sah menurut hukum bersalah melakukan Tindak Pidana Narkotika sesuai Pasal 114 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Maka, JPU menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Helmi dengan tujuh tahun penjara, denda Rp 1 Miliar, subsidair enam bulan.

JPU Akbari Darnawinsyah, SH menegaskan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar memberantas narkoba. Apalahi terdakwa oknum RT. Sementara yang meringankan terdakwa jujur dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim Tri Lestari lalu bertanya kepada terdakwa atas tuntutan tersebut. Terdakwa melalui penasehat hukumnya memohon diputus seringan-ringannya. Sementara JPU saat ditanya hakim tetap pada tuntutan.

Maka Ketua Majelis Hakim Tri Lestari menunda sidang dan akan dilanjutkannya Kamis (28/4) dengan agenda vonis dari Majelis Hakim PN Lubuklinggau.

Kronologis kejadiannya, Terdakwa Helmi Senin 6 September 2021 sekira pukul 20.00 WIB diamankan di rumahnya RT 04, Kelurahan Nikan Jaya.

Kronologinya, Minggu 5 Desember 2021 sekira pukul 21.00 WIB terdakwa pergi ke sebuah pondok di Desa Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara untuk beli sabu Rp 900 ribu yang ketiga kalinya pada Herman (DPO).

Sampai di pondok tersebut, Helmi menyerahkan uang Rp 900 ribu kepada Herman. Lalu Herman menyerahkan sepaket sabu dan satu bal plastik klip bening kosong kepada Helmi.

Lalu Helmi pulang ke rumahnya di RT 04, Kelurahan Nikan Jaya dan menyembunyikan sabu tersebut di kandang ayam belakang rumahmya.
Senin 6 September 2021 sekira pukul 08.00 WIB terdakwa mengambil sabu yang telah disembunyikannya itu untuk dipecah-pecah dalam paket kecil sebelum dijual. Jadilah 18 paket kecil lalu disimpan lagi di kandang ayam sembari menunggu orang yang hendak membeli.

Lalu Anggota Sat Res Narkoba Polres Lubuklinggau dapat informasi masyarakat yang mengatakan bahwa terdakwa sering melakukan transaksi narkotika.

Sekira pukul 18.00 WIB anggota tiba di rumah terdakwa. Terdakwa yang mengetahui kedatangan anggota, langsung mengambil sabu dan membuangnya ke atas tumpukan kayu belakang kandang ayam.

Lalu terdakwa berada di pintu belakang rumah hingga berhasil diamankan. Saat digeledah, Polisi hanya menemukan 14 paket sabu di atas tumpukan kayu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *