Kemungkinan Korban Pencabulan Oknum Polisi Bertambah

LIPOSSTREAMING.NEWS– Kasus pencabulan anak dibawah umur diduga dilakukan oknum Anggota Polres Muratara inisial DA menjadi perhatian banyak pihak. Oknum polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) itu kini ditahan penyidik Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau atas laporang orang tua korban pencabulan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3APM Kota Lubuklinggau, Hj Devy Riane Sari mengungkapkan, sepanjang Mei 2022 ada lima kasus kekerasan seksual terhadap anak. “Ya, sepanjang Mei ada lima anak korban kekerasan seksual yang kami dampingi,” tegasnya.

Devy juga membenarkan, adanya balita berusia 5 tahun menjadi korban kekerasan seksual oknum Polisi yang kini sedang diproses Polres Lubuklinggau. Saat ini korban sudah dalam pendampingan mereka.

Baca Juga :Bejat…Oknum Polisi Diduga Cabuli Balita

Namun Devy mengaku, pendampingan belum bisa sepenuhnya mereka lakukan lantaran korban masih mengikuti proses pemeriksaan.

“Ya kami dampingi. Saat ini masih proses pemeriksaan. Bahkan sepertinya pemeriksaan dikembangkan, untuk memastikan apakah ada korban lainnya atau tidak. Khawatirnya ada. Karena saat kejadian ada dua saksi anak lainnya yang bermain bersama korban,” ungkapnya.

Korban lanjut Devy, terkadang masih trauma. Sehingga jika dibutuhkan si anak bakal dilakukan pendampingan ke Pskiolog.

“Namanya anak-anak, kadang ingat kadang lupa. Ya kita lihat kedepan jika dibutuhkan dan keluarga ada permintaan kita bawa ke pskiolog,” jelasnya.

Baca Juga :Baru Satu Korban Pencabulan Oknum Polisi Melapor

Terpisah Psikolog Kota Lubuklinggau Irwan Tony menjelaskan, sebenarnya siapapun bisa saja menjadi pelaku. Bahkan pelaku kekerasan seksual itu kebanyakan orang yang dikenal oleh korban.

Jadi hal yang dilakukan oknum ini, belum bisa dikatakan abnormal atau tidak. “Karena   membutuhkan pemeriksaan dan assesment psikologis,” sebutnya.

Tinggal kita sebagai orang tua harus lebih waspada. “Ingat, anak tetap harus  perkembangan dalam  relasi sosialnya, apalagi ada teman sebayanya. Dan yang paling penting anak dibekali infomasi bagaimana biar tidak menjadi korban pelecehan atau pencabulan dan jangan takut untuk berteriak,meminta tolong maupun cerita kepada orang dewasa (ortu),” jelasnya. (lipos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *