Keluarga Korban Tenggelam Minta Galian C Ditutup

Ibu korban Suranti

LIPOSSTREAMING.NEWS – Ibrahim Zen, ayah kandung Muhammad Ahnan Basaiban (5) bocah yang tenggelam di galian C (tambang pasir) Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo belum menerima kematian anaknya. Bahkan ia dan keluarga meminta pemerintah setempat agar menutup galian C tersebut.

Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai di kediamannya Jalan Sabar Nomor 3, RT 06, Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II usai memakamkan korban, Selasa (26/4/2022).

Ibrahim mengaku, anaknya Muhammad Ahnan Basaiban pamit pergi ke tempat bude sang istri (bibi, red) di Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (25/4/2022) sekira pukul 10.00 WIB.

“Saat itu dia pamit pergi dengan istri saya mau membuat roti untuk lebaran di tempat budenya di Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara 1. Lalu selanjutnya seperti apa di sana saya tidak tau, karena istri yang ada di sana sementara saya di rumah. Baru diiberitahu pukul 18.00 WIB, sesudah buka atau selepas magrib ada kejadian ini saya baru menyusul ke tempat budenya,” jelas Ibrahim.
Sesampai di jembatan Marga Bakti, ia lihat sudah ramai warga yang datang sampai ke rumah budenya.

“Anak saya ini anak bungsu dari tiga bersaudara, dan rencananya tahun ini masuk TK,” ungkap Ibrahim yang merupakan penjual kambing kurban dan aqiqah di Kelurahan Tanah Periuk.
Suranti, ibu korban menambahkan, saat itu ia bersama anaknya memang pamit dengan suami sengaja main ke tempat budenya untuk membuat roti lebaran.

Menurutnya korban tidak pernah main ke tempat galian c itu, hanya saja anak budenya yakni Muhamad Ali Adhan (6) yang sering mandi di Pasiran Galian C tersebut.
“Anak saya bersama cucu bude akhirnya ikut main ke tempat Pasiran Galian C untuk mandi. Karena anak saya masih umur lima tahun dan belum bisa berenang. Saat itu memang cucu bude kami mengajak korban main keluar rumah, dan tidak menyangka kalau bakal main ke pasiran. Sehingga kukira keluar main ke tempat neneknya,” ungkapnya.
Hingga pukul 16.30 WIB, mengetahui anaknya belum pulang ia mencari ke sana-ke sini namun tidak bertemu. Karena korban membawa HP, dicoba ditelepon oleh keponakannya ada yang angkat dan mengatakan kalau ia menemukan Hp anaknya di pasiran galian C.
Pihak keluarga pun langsung mencari korban ke lokasi galian c meskipun mereka masih tidak menyangka anaknya main ke sana.
“Karena dari rumah budenya, jarak galian C cukup jauh hingga puluhan meter dan harus melewati hutan dan sawah. Kita tidak tau bagaimana anak saya tenggelam, namun hasil otopsi anak saya murni dinyatakan tenggelam di galian C tersebut,” ungkapnya.
Korban kini sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Menurutnya kejadian tenggelam di galian C baru pertama kali, kedepannya jika tidak ada keamanan di lokasi, hal yang sama bisa saja terjadi lagi.
“Kalau bisa ditutup galian C tersebut takutnya ada korban lagi. Cukup anak kami saja yang jadi korban,” tegasnya sambil menangis saat diwawancarai.
Karena memang sering anak-anak di sana main ke galian C untuk mandi di air bekas galian pasir tersebut.
“Untuk firasat dan mimpi dengan kejadian ini tidak ada, namun hanya saja korban sempat meminta beli baju lebaran dan sudah kami beli,” jelas Suranti.(LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *