JPU Tuntut Alex Noerdin Dipenjara 20 Tahun

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap Alex Noerdin dalam kasus dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya dan jual beli gas PDPDE Sumsel, di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (25/5/2022). JPU Kejagung RI dalam sidang menuntut Alex Noerdin dipenjara 20 tahun. Sumeks.co

LIPOSSTREAMING.NEWS – Mantan Gubernur Sumsel dua periode 2008-2018 H Alex Noerdin dituntut 20 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (25/5) malam.

Di hadapan majelis hakim Tipikor diketuai Yoserizal SH MH, JPU menilai Alex terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya dan jual beli gas PDPDE Sumsel.

JPU Kejaksaan Agung menjerat terdakwa Alex Noerdin dengan dua asal sekaligus. Karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam dakwaan primer dan sub primer JPU Kejaksaan Agung RI.

JPU juga ‘menjatuhkan’ pidana denda kepada terdakwa Alex Noerdin, sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, JPU Kejaksaan Agung juga menuntut terdakwa dengan pidana tambahan berupa wajib membayar uang pengganti senilai 3,2 juta USD untuk perkara Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Sedangkan untuk perkara Masjid Sriwijaya Rp 4,8 miliar.

“Apabila terdakwa tidak sanggup mengganti, maka diganti dengan pidana tambahan berupa selama 10 tahun penjara,” kata JPU Kejaksaan Agung RI saat bacakan tuntutan.

Baca Juga : Alex Noerdin Bantah Terima Uang

Usai mendengarkan tuntutan terdakwa Alex Noerdin yang dihadirkan melalui virtual di Pengadilan Tipikor Palembang mengaku sangat terkejut, dengan tuntutan pidana maksimal terhadap dirinya.

“Saya tidak pernah menyangka, tuntutan maksimal dari jaksa terlalu kejam. Namun, saya serahkan nanti semua kepada tim penasihat hukum dalam pembelaan,” ungkap Alex di hadapan hakim.

Baca Juga :Alex Noerdin Seret Nama Ishak Mekki

Sidang selanjutnya akan digelar pada Rabu depan (2/6/2022) dengan agenda pembacaan pembelaan dari tim penasihat hukum terdakwa. (SEG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *