Jawaban Inilah yang Membuat Dirinya Dibakar Hidup-hidup

SIDANG : Terdakwa Ahmad Rianto alias Ririn (35) mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Kamis (21/4/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Ahmad Rianto alias Ririn (35) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (21/4/2022). Warga Jalan Keramat Abadi RT 10, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II itu disidang karena diduga membakar istri (Fatimah,red) hingga meninggal dunia di RSUD Siti Aisyah.

Sidang secara zoom meeting dipimpin Ketua Majelis Hakim Ferri Irawan dibantu Hakim Anggota Tri Lestri dan Marselinus Ambarita serta Panitera Pengganti (PP) Rahmad Wahyudi.

Sementara terdakwa mengikuti sidang di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau didampingi Penasehat Hukum dari Posbakum Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau Elvis Prisli.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Yuniar, SH menyatakan bahwa Terdakwa Ahmad Riyanto alias Ririn, Selasa 18 Januari 2022 sekira pukul 11.30 WIB menganiaya istri yang dinikahinya 3 Januari 2016 di rumahnya, Jalan Pesundan Dusun V Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kronologi kejadiannya bermula, terdakwa pulang ke rumah, lalu korban menanyakan uang hasil jual sayuran kepada terdakwa.

“ Duit belanjo kan di Kau, “ jawab terdakwa.

Korban masih menggerutu.

” Kagek ku bakar idup- idup,” kata terdakwa.

Terdakwa tiba-tiba pergi mengendarai Sepeda Motor Yamaha Vega warna hitam Nopol BE4715 E untuk membeli Pertalite di warung Rp 10 ribu menggunakan kantong plastik.

Setelah membeli Pertalite, terdakwa pulang ke rumah dan menemui korban yang sedang memasak di dekat tungku dapur yang apinya sedang menyala.

” Ini nah minyaknyo lah, ” kata terdakwa.
” Siramlah nah, ” jawab korban.

Tak disangka terdakwa langsung menyiram korban dengan minyak Pertalite tersebut.

Minyak itu langsung menyambar tubuh korban sehingga korban langsung berteriak minta tolong dan berlari keluar rumah.

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung berusaha menyelamatkan korban dan membawa korban ke RSUD Siri Aisyah Kota Lubuklinggau.

Setelah dirawat 18-21 Januari 2022, korban yang mengalami luka bakar meninggal dunia Jumat 21 Januari 2022 sekira pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan Visum Et Repertum dari RSUD Siti Aisyah Nomor 16 Januari 2022 menerangkan hasil pemeriksaan terhadap korban tampak kulit yang melupas sekitar wajah pipi kiri sampel sekitar leher warna kemerahan dengan kulit melepuh.

Akibatnya korban dikenakan Pasal 44 Ayat (3) Undang – Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *