Insiden Napi Tewas, Dokter Lapas Diperiksa

Foto : Dokumen Polres Mura Tersangka Zainal Arpan (50) saat dirawat di RSUD Dr Sobirin karena diduga ditembak Polisi karena melawan saat ditangkap, Kamis (30/6/2022). Warga Desa Suka Raya Baru, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura ini diringkus karena diduga menganiaya Kades Sukaraya Baru, Selasa (28/6/2022).
LAPAS TEWAS

LIPOSSTREAMING.NEWS – Setelah lima petugas Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang diperiksa, Selasa (28/6/2022) giliran dokter klinik di Lapas yang diperiksa pihak Polres Lubuklinggau, Rabu (29/6/2022). Pemeriksaan ini masih lanjutan dari kasus beredarnya video Anggota Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang menginjak-injak kepala dan badan napi yang kabur. Bahkan seorang napi kabur bernama Riki Ardi (30) meninggal.

Pemeriksaan dokter tersebut jelas Kapoles Lubuklinggau AKBP Harissandi, lantaran almarhum Riki, narapidana mereka tersebut sempat diperiksa oleh dokter klinik Lapas tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal dokter tersebut, narapidana yang kabur saat jatuh dari atas plafon kena kepalanya, namun masih sempat kabur. Karena kena kepala, napi tersebut setelah diamankan petugas diduga jalannya sempoyongan sehingga harus dipegang oleh pegawai Lapas.

“Karena jalannya sudah sempoyongan, dibawa ke Dokter Lapas. Hasil pemeriksaan di sana Riki mengalami luka di kepala, dan harus segera dibawa ke rumah sakit,” jelasnya. Kapolres menambahkan, setiap Lapas mempunyai klinik sendiri. Dan di klinik itu juga ada Dokter serta perawatnya. Termasuk di Polres Lubuklinggau juga ada klinik. Sehingga bila ada petugas yang mendadak sakit, dibawa ke klinik tersebut.

Dua hari melakukan pemeriksaan, Kapolres mengaku belum ditemukan tindak pidana penganiayaan dalam kasus ini. Sementara, penyebab meninggalnya Riki Sandi karena jatuh dan ada luka memar di kepala. “Namun sekarang masih tahap penyelidikan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus berlanjut,” tambahnya.

Sebelumnya dikabarkan, pada Selasa (28/6/2022) lima pegawai Lapas Kelas II A Lubuklinggau diperiksa pihak kepolisian. “Ada lima pegawai Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang kami periksa. Mereka yang melakukan pengejaran dan petugas yang sedang piket malam itu. Sejauh ini belum kami temukan unsur pidananya, namun pemeriksaan masih terus berjalan,” ungkap Harissandi.

Kapolres menegaskan, kejadian itu sebetulnya bukan penganiayaan. “Petugas Lapas itu sebetulnya mengejar narapidana yang kabur, dan yang bersangkutan melakukan perlawanan. Sudah diikat masih berontak. Tapi untuk hasil detailnya nanti, kami masih lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Untuk tindaklanjut Napi yang meninggal dunia, Harissandi mengaku, pihaknya masih menunggu hasil visum. “Namun berdasarkan keterangan dokter di RS AR Bunda maupun saudaranya yang juga dokter sementara menyimpulkan, ada pendarahan di otak saat melompat dari plafon yang sangat tinggi dan langsung kepala yang terbentur. Sementara itu penyebabnya,” tambah Kapolres. (rfm/adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *