Hasil Merampok Mahasiswi untuk Pesta

FOTO: APRI YADI / LINGGAU POS PEMERKOSA- Tersangka Eko Sutiono alias Eko (duduk) yang diduga melakukan penodongan sekaligus pemerkosaan di rumah salah satu warga Kecamatan Lubuklinggau Utara I dihadirkan dalam Pres Rilis Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau, Jumat (20/5/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Sadis. Tersangka Eko Sutiono alias Eko (30) pesta sabu dan judi slot usai melakukan perampokan dan pemerkosaan mahasiswi di Kecamatan Lubuklinggau Utara 1, Sabtu (14/5/2022) sekira pukul 08.00 WIB. Ia foya-foya, menggunakan uang hasil aksi kejahatan itu.

Dalam Pres Rilies yang digelar Kapolres Lubuklinggau AKBP Harrisandi, Jumat (20/5/2022) Eko yang merupakan warga Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara I mengakui perbuatannya.

Eko mengakui selain memperkosa juga menguras harta korban berupa Laptop merek Accer, HP merek OPPO, buku tabungan, dan uang tunai Rp 4 juta yang rencananya dipakai korban untuk wisuda.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi didanpingi Kasat Reskrim AKP M Romi dan Anggota Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau kemarin mengungkapkan Eko beraksi saat korban di rumah sendirian karena sang ayah sedang bekerja bangunan dan ibunya menyadap karet, sementara adiknya sekolah.

Saat sedang tiduran di dalam kamar, korban mendengar suara benda jatuh dari arah dapur. Lalu korban melihat ada seseorang yang mengintip kearah kamar korban. Waktu itu korban mengira jika itu adiknya.

Korban pun memanggil nama sang adik. Akan tetapi yang mengintip korban ternyata bukanlah adiknya, melainkan Tersangka Eko. Lalu tersangka langsung masuk ke kamar korban dan menodongkan pisau kearah korban sambil berkata “Diam kau kalau dak ku bunuh kau, kalo dak diam.”

Lalu tersangka langsung menggasak barang beharga dalam rumah korban, mengambil HP di tangan korban, mengambil laptop beserta tasnya, dan mengambil uang tabungan untuk wisuda di kamar korban. Uang itu hasil jerih payah sang ayah kerja bangunan.

Lalu tersangka berkata “Bangun, tunjuki tempat yang lain”.

Kemudian korban mengantar tersangka ke kamar ibunya yang berada di sebelah kamar korban, di dalam kamar ibunya, tersangka mengikat tangan dan kaki korban dengan kain, setelah itu tersangka membongkar semua isi lemari dan mengambil uang sejumlah Rp 300 ribu.

Dalam keadaan terikat kaki dan tangannya korban dipaksa berjalan keluar kamar ibunya dan diminta duduk di kursi yang terletak di dekat kamar ibunya, lalu tersangka masuk dan mengambil uang dikamar ketiga, setelah itu tersangka langsung menarik korban ke dalam kamar korban.

Lalu tersangka mendorong korban ke atas kasur. Lalu korban berkata kepada tersangka “Ambil lah galo barang ini pak, jangan kucak aku”.

Tersangka mengancam korban dengan mengatakan “Diam, ku bunuh gek kau”. Karena merasa ketakutan korban pasrah, lalu tersangka membuka ikatan kaki korban sedangkan tangan korban masih terikat.

“Saat itu tersangka mencabuli dan mensetubuhi korban dalam keadaan tangan terikat” jelasnya.

Usai menyetubuhi korban langsung keluar dari kamar korban. Kurang lebih lima menit dari kepergian tersangka, korban membuka ikatan tangannya, lalu korban memakai pakaian kembali dan setelah itu korban berteriak meminta tolong. Saat itu korban ditolong oleh tiga orang tetangganya, dibawa ke RSUD dr Sobirin untuk diperiksa.

Setelah kejadian, Ketua RT setempat bersama keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Lubuklinggau. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi serta BB yang diamankan, diduga yang melakukan perbuatan keji tersebut adalah Eko.

Kemudian dilakukan lidik keberadaan tersangka setelah didapatkan informasi tempat persembunyian tersangka, petugas langsung melakukan penggerbakan pada Minggu (15/5/2022) sekira pukul 22.30 WIB saat sedang pesta sabu bersama kedua temannya di tempat persembunyiannya belakang KFC Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur
II.
Di saat dilakukan penggerbekan tersangka tidak kooperatif dan melawan petugas serta berhasil lari dari sergapan petugas lalu diberikan peringatan dengan melakukan tembakan peringatan.

Karena tembakan peringatan tidak diindahkan tersangka, dilakukan tindakan tegas yang terukur dan mengenai kaki kanan dan kiri tersangka. Setelah pelaku tersungkur akibat tembakan yang mengenai kakinya tersangka berhasil diamankan berikut BB berupa satu unit Laptop berserta tas ransel warna biru dan satu unit HP Oppo A3S milik korban, sedangkan uang Rp 4 juta korban digunakan tersangka untuk foya-foya membeli sabu.

Kemudian tersangka dibawa ke Rumah Sakit Sobirin untuk dilakukan tindakan medis, setelah itu tersangka dan BB dibawa ke Sat Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan

Untuk tersangka kitat jerat pasal berlapis, dimana telah melakukan pencurian dengan kekerasan Curuas dalam Pasal 365 KUHPIdana dengan ancaman hukuman 9 tahun dan juga pemerkosaan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Ditambah lagi, pelaku saat ditangkap sedang menggunakan narkoba, sehingga tersangka juga dikenakan pasal dalam tindak pidana narkoba. Sehingga terancam hukuman 20 tahun.

“Mengenai kasus narkoba kami serahkan ke Satresnarkoba Polres Lubuklinggau untuk melakukan pengembang siapa pemilik sabu tersebut,” jelasnya.

Eko saat diwawancara mengaku sengaja melakukan perampokan tanpa mengintai. Ia melihat ada kesempatan karena rumah korban sepi.

“Memang datang ke lokasi tujuan untuk melakukan penodongan dan mencari rumah yang sepi,” jelasnya.

Ia juga akhirnya tega memperkosa korban karena melihat korban sendirian. Eko mengakui mengancam korban memakai pisau saat melancarkan aksi kekerasan seksual. Kondisi korban saat itu tak bisa bergerak, karena tangan dan kaki diikat Eko pakai kain milik korban.

“Pisau itu jatuh ke sungai waktu aku kabur, “ jelasnya.

“Untuk kaki dan tangan korban saya ikat dengan kain milik korban sendiri” tambahnya

Duda anak satu yang sudah lama pisah dengan istri ini mengaku kecanduan narkoba jenis sabu sejak tahun 2019 hingga sekarang.

“Sabu yang kupakai sebelum ditangkap itu beli di Desa Tanah Periuk,” jelasnya.

Eko yang pernah kerja di rumah makan Kota Lahat itu mengaku uang dari korban semua Rp 2,3 juta digunakan untuk poya-poya, dengan membeli baju, sendal , judi slot dan pesta sabu bersama kawannya.

Pria yang pernah terlibat kasus sama dan tujuh tahun dipenjara itu mengaku kenal dengan korban. Namun saat itu korban masih dibawah umur. Dan yang mengejutkan, Eko juga mengaku pernah melakukan penggelapan HP di wilayah hukum Polres Lubuklinggau Tahun 2020. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *