Gara-gara Menebang Pohon Kopi, Istri Sampai Menjerit

SIDANG : Terdakwa M Yusup (65) mengikuti sidang secara virtual yang diselenggarakan Pengadilan Negeri Lubuklinggau Kamis (21/4/2022) di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau. Warga Dusun Suka Cinta, Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas ini divionis 1,3 tahun penjara karena terbukti menganiaya adik kandung.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menjatuhkan hukuman 1,3 tahun penjara pada Terdakwa M Yusuf (65), Kamis (21/4/2022). Hukuman yang ditetapkan Majelis Hakim lebih ringan. Sebab sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menuntut warga Dusun Suka Cinta, Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas itu dengan hukuman 1,6 tahun penjara.

Petani yang tinggal di (Mura) disidang karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri bernama Abdul Hamzah alias Sah (62).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lina Safitri Tazili dibantu Hakim Anggota Verdian Martin dan Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Marlinawati.

Karena pandemi Covid-19, sidang diadakan dengan zoom meeting dan terdakwa mengikutinya dari Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Dalam amar putusan yang dibacakan, Ketua Majelis Hakim Lina Safitri Tazili mengatakan terdakwa M Yusup terbukti melakukan Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.

Maka, JPU menjatuhkan pidana 1,3 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap berada di dalam tahanan.

Lina Safitri Tazili SH menegaskan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan terdakwa jujur dan berterus terang dalam persidangan.

Ketua Majelis Hakim Lina Safitri Tazili lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut. Terdakwa nyatakan terima Sementara JPU juga nyatakan terima

Sekedar mengulas, penganiayaan yang dilakukan terdakwa terhadap Sah terjadi Jumat 17 Desember 2021 sekira jam 11.30 WIB di Dusun Suka Cinta RT 10 RW 04 Kelurahan Marga Tunggal.

Mulanya, Terdakwa M Yusuf lewat depan rumah korban sambil membawa parang yang diduga akan dipakai untuk menebang pohon kopi dan karet di kebun orang tua mereka. Lalu korban memanggil terdakwa.

Saat terdakwa menghampiri korban, korban bilang pada terdakwa agar jangan menebang pohon kopi dan pohon karet di kebun orang tua mereka. Sebab sebelumnya memang terdakwa berniat menebang kopi dan karet di lahan orang tua, untuk ditanami sawit. Sementara kebun tersebut masih milik bersama antara korban dan terdakwa atau kebun itu statusnya waris dari orang tua mereka yang belum dibagi.

Mendengar larangan korban itu, terdakwa emosi dan marah-marah.
Lalu terdakwa membacokan parang tadi kearah korban hingga mengenai pipi bagian kiri korban.

Lalu terdakwa bacokkan parang milik terdakwa tersebut ke paha kiri korban. Melihat korban terjatuh terdakwa langsung menendang dada kiri korban.

Tak hanya itu, terdakwa juga menginjak-ngijak tubuh korban. Penganiayaan yang dilakukan terdakwa terlihat oleh istri korban Supiati. Melihat suami bersimbah darah dan tak berdaya, Supiati mejerit minta tolong.

Teriakan Supiati didengar Ketua RT 10 Marga Tunggal Iskandar. Lalu Iskandar datang untuk melerai dan memisahkan korban dengan terdakwa. Lalu terdakwa pergi meninggalkan korban. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Jayaloka. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *