Bejat…Oknum Polisi Diduga Cabuli Balita

Ilustrasi.net

LIPOSSTREAMING.NEWS- Korps Kepolisian Republik Indonesia tercoreng akibat ulah oknum anggota Polres Musi Rawas Utara (Muratara) inisial DA. Oknum polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) itu diduga mencabuli seorang anak berusia 5 tahun. Ironisnya korban pencabulan merupakan anak tetangganya di Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Oknum polisi DA kini ditahan di Mapolres Lubuklinggau guna kepentingan penyidikan.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi didampingi Wakapolres Kompol MP Nasution menjelaskan, kasus pencabulan balita tersebut dilaporkan orang tua korban. Awalnya Polres Lubuklinggau dapatkan laporan dari masyarakat, mengenai terjadinya kekerasan seksual, terhadap anak dibawah umur. Terduga pelakunya oknum anggota Polres Muratara inisial D.

Ditambahkan Kapolres, oknum tersebut sudah diamankan dan dilakukan penahanan. Proses selanjutnya, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, korban dan melengkapi barang bukti dengan hasil visum.
“Jadi berdasarkan laporan, kemudian dilakukan visum, memang ada luka di alat vital korban,” tegas Kapolres, Selasa (24/5/2022).

Sumber liposstreaming.news menyebutkan, aksi pencabulan diduga dilakukan DA dilakukan Jumat (20/5/2022) sekitar pukul 08.30 WIB di rumahnya. Kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan sakit saat buang air kecil. Ketika ditanya orang tuanya, mengakui kalau dicabuli tersangka.

Terpisah Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra, membenarkan perihal anggotanya yang telah diamankan dan diproses di Polres Lubuklinggau. Bahkan dia sendiri yang menyerahkan oknum anggota inisial DA tersebut ke Polres Lubuklinggau, untuk diproses sesuai prosedur yang berlaku. “Saya komitmen, jika dia bersalah dan terbukti harus dihukum sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Ferly Senin (23/5/2022).

Ferly mengaku, sudah berpesan ke Kapolres Lubuklinggau dan Kasat Reskrim, jika ada bukti yang memberatkan dan menguatkan dugaan tindak pidana dilakukan DA, harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Saat ini penyelidikan masih berlanjut di Polres kota Lubuklinggau dan pihak kepolisian masih menggunakan azas praduga tak bersalah “Tidak ada tebang pilih dalam hukum. Meskipun dia anggota saya, kalau bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya. (lipos)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *