Karena Dendam, Oknum Warga BTS Ulu Jebak M Rohman Pakai Sabu

Terdakwa Kailani (Kanan), Romdansa alias Don (kanan) dan Juanda (belakang). Foto : Apri Yadi / Linggau Pos

LUBUKLINGGAU– Dendam membuat ketiga terdakwa yang masih satu keluarga ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Selasa (1/3/2022).

Ketiga terdakwa yakni Kailani (65) warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Juanda (41) warga Kelurahan Muara Enim, Lubuklinggau Barat I, dan Romdansa alias Don (56) warga Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Ketiganya terlibat melakukan upaya mufakat jahat menjebak salah seorang korban yakni M Rohman.

Sidang secara zoom dipimpin Majelis Hakim Faisal, dengan Anggota Verdian Martin dan Lina Safitri Tazili dengan paniter pengganti Dedi Sohaidi, sedangkan tersangka yang berada di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau Sumarherti dalam dakwaan menyatakan kronologis terdakwa disidangkan.

Mulanya, Terdakwa Juanda bersama Terdakwa Romdasa dan Terdakwa Kailani (dilakukan penuntutan secara terpisah) bertemu Senin 1 Nopember 2021 sekira pukul 10.00 WIB di trotoar Terminal Atas Kota Lubuklinggau.

Kailani yang bertemu Terdakwa Juanda meminta tolong untuk mencarikan orang yang menjual narkotika.

“Kalau di Linggau dak katek yang jualnyo yang ado di Kepalak Curup kalau galak aku ngajak Rom,” jawab Juanda.

“Galak,” jawab Kailani.

Lalu Kailani kembali ke tempatnya jualan dan menghubungi Terdakwa Romdasa
“Mintak tolong ambek ke barang,” kata Kailani pada Romdansa.

“Iyo, tolong hubungi Juanda dulu, yang tahu tempatnyo itu Juanda,” jawab Rom.

“Iyo, Juanda sudah aku temui,” jawab Kailani.

Lalu Selasa 2 Nopember 2021 sekira pukul 09.00 WIB Kailani menelepon Terdakwa Romdasa menanyakan ada di mana. Dijawab Rom bahwa dia ada di rumah. Lalu Kailani ke rumah Terdakwa Rom .

“Jadi apo idak ke Kepala Curup?” tanya Kailani.
“Jadi,” jawab Rom.

Lalu Kailani memberikan uang Rp 1,1 juta pada Terdakwa Rom.

Kailani lalu pergi ke Terminal Atas Lubuklinggau menemui Terdakwa Juanda di parkiran terminal.

“Tadi aku sudah menemui Romdasa aku la ngasih duit samo dio sebesar Rp 1,1 juta kagek Romdasa nemui kau,” kata Kailani pada Juanda.

Kemudian sekira pukul 09.00 WIB pada hari yang sama Terdakwa Romdasa menemui Terdakwa Juanda.

“Payo kito ke Kepala Curup,” ajak Juanda untuk membeli narkotika jenis sabu.

Lalu Juanda dan Romdasa berangkat menuju ke Kepala Curup dengan mengendarai satu unit Sepeda Motor Jupiter MX merah hitam BG 3625 GG.

Sesampainya di Kepala Curup (rumah Jum,red) yang kini DPO, Juanda dan Romdasa memberikan uang Rp 700 ribu pada Jum..

Mereka lalu dapat empat bungkus plastik klip bening kecil yang berisi sabu. Juanda meminta uang Rp 200 ribu untuk dibelikan sabu yang akan dipakai Juanda dan Romdasa.

Setelah selesai. mereka pulang ke Lubuklinggau. Sabu tersebut dimasukkan dalam kotak plastik warna kuning lalu dilakban warna kuning.

Rabu 3 Nopember 2021 sekira pukul 09.00 WIB di Terminal Atas Kota Lubuklinggau Juanda memberikan sabu dalam kantong plastik hitam pada Kailani. Disimpanlah sabu itu dalam saku celana panjang yang Kailani pakai.

Lalu Kailani memasukan sabu ke kursi jok belakang mobil yang dikendarai M. Rohman. Saat itu korban lagi menunggu penumpang di terminal atas.

Setelah korban membawa mobil tersebut pergi ke desanya, Kailani menginformasikan pada Polisi bahwa ada Mobil Suzuki APV warna biru metalik BG 2405 HE yang dikendarai korban membawa sabu akan melintas di depan Mapolres Musi Rawas.

Atas informasi tersebut Polisi menindaklanjuti. Kemudian, Rabu (03/11) sekira pukul 14.15 WIB mobil tersebut melintas dan disetop Anggota Polres Mura. Saat digeledah ditemukan barang bukti tersebut.

“Barang haramnya di dalam kursi jok belakang (yang robek) pada mobil yang dikendarai korban M. Rohman. Setelah dilakukan interogasi terhadap seluruh penumpang berikut sopir (M. Rohman) belum diketahui siapa pemilik BB tersebut, karena terdapat beberapa kejanggalan,” jelasnya.

Selanjutnya Polisi melakukan penyelidikan dengan menghubungi dan menginterogasi pemberi informasi ternyata diketahui bahwa yang meletakkan BB didalam kursi jok mobil yang dikendarai korban M. Rohman adalah pemberi informasi yakni Kailani sendiri.

“Jadi Kailani ini berupaya menjebak korban M. Rohman,” jelasnya.

Dikarenakan ada permasalahan lain yakni anak dari Tersangka Kailani telah dilaporkan oleh korban M Rohman ke Polsek BTS Ulu Cecar dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan dan saat ini anak Kailani jadi DPO Polsek BTS Ulu Cecar. Meski telah menempuh jalan perdamaian tetapi tidak dikabulkan korban M. Rohman.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dikenakan Pasal 114Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ketiga terdakwa juga membenarkan apa yang didakwakan JPU. (lipos/adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *