“Akuni Lah Tuo Sampai Hati Kamu Perkosa Aku”

Terdakwa Fen Efendi (39) dan Harianto (30) yang tega dua kali menyetubuhi janda di Kebun Sawit PT Lonsum Riam Estate Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Selasa (24/5/2022) menuntut Fen Efendi (39) dan Harianto (30) masing-masing dihukum 11 tahun penjara. Keduanya diangap terbukti melakukan pemerkosaan terhadap seorang janda inisial TS (42) di Kebun Sawit PT Lonsum Riam Estate Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Kedua mantan Security PT Lonsum Riam Estate ini menjalani sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wijawiyata dibantu Hakim Anggota Verdian Martin dan Lina Safitri Tazili serta Panitera Pengganti (PP) Hujaimah. Karena pandemi Covid-19, sidang diadakan dengan zoom meeting dan kedua terdakwa mengikutinya dari Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Posbakum PN Lubuklinggau Erlangga.

Dalam tuntutannya, JPU Rodiana mengatakan Fen Efendi dan Harianto telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana pemer Aka sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 285 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 kuhp, dalam surat dakwaan primair.

Menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun tahun dikurangi selama terdakwa ditahankan dengan tetap ditahan.

Rodianah SH menegaskan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan membuat korban trauma. Sementara yang meringankan terdakwa jujur dan berterus terang dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim Wijawiyata lalu bertanya kepada terdakwa atas tuntutan tersebut. Terdakwa secara lisan memohon keringanan kepada Hakim Ketua. Terdakwa juga menyesali perbuatan dan janji tak mengulangi perbuatannya.

Sementara JPU saat ditanya hakim tetap pada tuntutan. Maka Hakim Ketua menunda sidang sepekan kedepan dengan agenda putusan.

Sekedar mengulas, bahwa terdakwa Pen Ependi bersama-sama dengan Harianto (diakukan penuntutan secara terpisah ) Rabu 5 januari 2022 sekira pukul 15.00 WIB melakukan aksi asusila di kebun Blok 291 Devisi III PT Lonsum Riam Estate Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.

Bermula dari kedua terdakwa patroli di Blok 291. Lalu mereka melihat dua wanita memungut berondolan buah sawit milik PT Lonsum Riam Estate.

Satu orang melarikan diri dan satu orang lagi adalah korban TS masih berada di tempat tersebut.

Kedua terdakwa kemudian memanggil korban “Sini dulu kau. Aku nak ngomong.” Saat korban mendekat, kedua terdakwa memaksa korban duduk. “Dak kado kau dak galak dengan aku, aku masih mudo masih gagah,” kata terdakwa pada korban.

Korban ketakutan dan ingin berlari. Lalu Terdakwa Efendi menarik tangan korban dan mendorong badan korban hingga jatuh ke tanah.

Terdakwa Harianto langsung memborgol kedua tangan korban dan memaksanya untuk berbaring, oleh karena tangannya terasa sakit karena diborgol lalu korban berkata “Sakit, sakit.” Kedua terdakwa tidak meperdulikannya.

Melihat korban jatuh ke tanah dan terlihat lekuk tubuh korban, timbul napsu kedua terdakwa untuk menyetubuhi korban. Lalu Efendi menyetubuhi korban. Setelah itu gantian Harianto yang juga menyetubuhi korban. “To, peh nambo awak masih endak,” kata Eefendi. Lalu dijawab oleh Harianto “Payo!”

Korban berkata “Oi tega kamu oi, aku ni lah tuo sampai hati kamu perkosa aku.” Tanpa memperdulikan perkataan korban, Efendi dan Herianto secara bergantian kembali menyetubuhi korban. Setelah itu, kedua terdakwa meninggalkan korban. “Tolong oi lepaskan borgol aku ni,” teriak korban. Lalu Harianto melepas borgol di tangan korban, kemudian korban pulang sambil menangis. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *