“Ajari Mamang Main (Bersetubuh)”

PEMERKOSAAN : Suhardiyanto (kanan) dan M Hasan Basri alias Asan (kiri) sebagai terdakwa kasus pemerkosaan anak dibawah umur telah menjalani sidang perdana yang digelar Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Rabu (27/4/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Kasus pemerkosaan anak bawah umur inisial DL (16) yang melibatkan Suhardiyanto (46) dan M Hasan Basri alias Asan (33) masuki babak baru. Mereka mulai disidang, Rabu (27/4/2022).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Verdian Martin dibantu Hakim Anggota Lina Safitri Tazili, Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Dedy Sohaidi. Sementara terdakwa mengikuti sidang secara zoom meeting di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vina Astri, SH dalam dakwaan mengatakan kronologinya Minggu (5 /12/2021) sekira pukul 20.00 WIB Terdakwa M Hasan datang ke rumah korban.

Lalu korban dan terdakwa ngobrol di ruang tamu.

Terdakwa mengatakan “Ajari mamang main (bersetubuh).”
Dijawab korban ” Kalau pengen, mamang nikah bae.”

Bermula dari situ, Terdakwa M Hasan berani mencabuli dan mensetubuhi korban.

Setelah selesai melakukan aksinya terdakwa mengancam korban dengan mengatakan “ Jangan cerita samo Mamak. Kalau kamu cerita, nanti aku perkosa terus.”

Terdakwa lalu pamit untuk pulang ke rumah. Dari introgasi Terdakwa M Hasan mengaku sengaja datang ke rumah korban untuk merayu korban melakukan persetubuhan dengan korban.
Terdakwa M Hasan berhasil menyetubuhi korban sekali di rumah korban.

Senin malam (6/12/2021) sekira pukul 19.30 WIB, korban mengirim pesan WhatsApp (WA) pada Terdakwa Suhardiyanto untuk minta tolong atau mengadu bahwa
dia diperkosa Asan (Terdakwa M Hasan,red).

Lalu Suhardiyanto datang ke rumah korban. Suhardiyanto
memberikan uang Rp 20 ribu. Suhardiyanto tanya pada
korban, bagaimana Hasan melakukan persetubuhan itu terhadap korban dan korban jawab sejujurnya.

Dengan ragam alasan mengingatkan pesan orang tua korban yang sudah meninggal, hingga Suhardiyanto malah
ikut mensetubuhi korban di lantai 2 rumahnya.
Setelah itu, Suhardiyanto mengajak korban menikah. Namun korban diam saja.

Terdakwa Suhardiyanto saat diinterogasi mengaku sudah
delapan kali mensetubuhi korban sejak tahun 2019 hingga sekarang. TKP-nya di Lapak Burung Kelurahan
Sukajadi tiga kali, di kebun dekat rumah korban sekali dan empat kali di kamar korban.

Akibat ulah bejatnya itu, Terdakwa Suhardiyanto dan M Hasan
Basri dijerat perkara pidana Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.(adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *