Tato Terdakwa Buat Korban Ketakutan

Tersangka Vaulingga Damar Cahyo alias Ingga (20)

LIPOSSTREAMING.NEWS – Tersangka Vaulingga Damar Cahyo alias Ingga (20) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kamis (24/3/2022). Pelimpahan dilakukan Anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Musi Rawas (Mura).

Pengangguran yang tinggal di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura ini dilimpahkan karena diduga menyetubuhi anak dibawah umur inisial RDA (16). Akibat tindak asusila itu, korban yang ternyata juga pacar terdakwa ini trauma berat.

Kapolres Mura AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat mengungkapkan pelimpahan tersangka langsung diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau, Yuniar, SH.

Berdasarkan berita acara pengiriman tersangka dan barang bukti (BB) tentang penyidikan Tersangka Imam masudi sudah lengkap (P-21) oleh JPU Kejari Lubuklinggau.

“Tersangka sudah dititipkan di Lapas Kelas II A Lubuklinggau dan akan menjalani persidangan,” jelas AKP Dedi Rahmat Hidayat

Sementara Kejari Lubuklinggau Ade Willy Chaidir melalui JPU Kejari Lubuklinggau Yuniar, SH untuk sementara tersangka dikenakan pidana dalam Pasal 81 ayat 1jo pasal 76D Undang — Undang RINo.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 35 tahun 2014 Perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak .

“Berkas tersangka masih kami pelajari, dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau untuk segera disidangkan,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan bahwa Terdakwa Vaulingga Damar Cahyo alias Ingga melakukan tindak persetubuhan Sabtu 18 Desember 2021 sekira pukul 22.00 WIB di Desa Sukakarya, Dusun 9, Kecamatan STI Ulu Terawas, Kabupaten Mura.

Mulanya, korban RDA diajak terdakwa nonton kuda kepang di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo. Terdakwa janji akan menjemput korban di simpang empat Jalan Pahlawan Desa Ketuan Jaya.

Korban menolaknya karena belum begitu kenal dengan terdakwa. Namun karena terdakwa terus membujuk korban maka korban mengiyakan ajakan terdakwa. Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB terdakwa menjemput korban Sepeda Motor Vixion warna merah.

Setelah selesai menonton kuda kepang, korban meminta terdakwa untuk mengantar pulang, namun terdakwa mengatakan akan mampir dulu ke ke rumah terdakwa dengan alasan mengantarkan Motor Vixion yang dipinjamnya dari teman.

Setelah tiba dirumah terdakwa tidak ada teman yang dimaksud. Lalu terdakwa mengajak korban masuk ke rumah. Setelah ngobrol lebih kurang 30 menit di ruang tamu, terdakwa mengajak korban masuk ke kamar. Korban menolaknya, namun terdakwa memaksa korban dengan cara menarik tangan sebelah kanan korban.

Di dalam kamar terdakwa mendorong badan korban secara paksa hingga korban terjatuh dan terbaring di atas kasur. Terdakwa lalu mengunci pintu kamar dan mengambil handphone korban secara paksa agar korban tidak dapat menghubungi keluarganya.

Setelah itu terdakwa menyuruh korban untuk duduk di atas kasur dan memaksa korban bersetubuh dengannya. Korban berusaha memukul terdakwa lalu terdakwa mengancam korban dengan mengatakan “ Kau tu diem bae jangan ngomong siapo — siapo!“ Karena melihat seluruh badan terdakwa penuh dengan tato, korban menjadi takut.

Setelah itu, terdakwa menyetubuhi korban. Tak hanya sampai di situ, usai terdakwa dai kamar mandi dan saat kembali ke kamar korban yang sudah mengenakan pakaian, terdakwa tidur di samping korban.

Saat terdakwa bangun, pagi harinya terdakwa kembali memeluk dan menyetubuhi korban. Setelah itu, barulah terdakwa mengembalikan ponsel milik korban. Selanjutnya korban menghubungi temannya agar menjemputnya di rumah terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa korban merasakan trauma fisik maupun psikis. Berdasarkan Hasil Visum et revertum dari Rumah Sakit Muara Beliti ditemukan robekan selaput himen arah jam 12 dan 5 dan suspek persetubuhan anak. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *