Telaga Banyu Langit Wisata Seru Keluarga

REKREASI : Kamu yang mau mancing, makan enak, sambil rekreasi bisa ke sini Telaga Banyu Langit, di Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Banyak Spot Foto, Wahana Permainan dan Bisa Mancing di Sini
Terinspirasi dari sang ibu yang ingin lahan sawah miliknya dikelola, kini Erik Johansyah (46) mampu mendirikan tempat wisata. Namanya Telaga Banyu Langit, di Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura).

ERIK menceritakan Telaga Banyu Langit awalnya hanya kolam dan pondok-pondok kecil. Setelah semua terbangun, barulah ia terpikir untuk mengembangkan lahan jadi objek wisata.

“Awalnya memang kolam dan pondokan itu untuk keluarga dan kerabat saja, agar bisa berekreasi di lahan ini. Mereka berkebun dan memancing. Lalu terpikirlah untuk dikembangkan sehingga harapannya bisa bermanfaat untuk orang banyak. Jadi awal 2021 konsepnya rekreasi keluarga. Lalu dilakukanlah penambahan-penambahan spot. Sampai ada keinginan untuk menambah resto sampai berdirinya Telaga Banyu Langit,” jelas Erik saat diwawancara Linggau Pos, Minggu (27/2/2022).

Selain orang lain bisa berkebun, makan, dan mancing di sini, warga sekitar juga bisa mencari rezeki. Maka dibangunlah beberapa kios untuk warga berjualan, dan lahan parkir yang luas.

“Saya mendirikan 35 kios untuk warga yang mencari rezeki. Karena kita tidak mau warga di sini sebagai penonton maka kita libatkan dan kita juga mempekerjakan orang-orang sekitar sini juga. Alhamdulillah sudah terisi walaupun belum penuh,” ungkapnya.

Lalu kenapa diberi nama Telaga Banyu Langit?

Erik mengungkapkan awalnya mau buka 2 kolam untuk pemancingan tapi ketika alat berat bekerja untuk pematangan lahan saat mengeruk tanah keluarlah banyak mata air di setiap lahan yang di jadikan kolam pemancingan.

“Pernah salah satu alat berat terjebak saat pemerataan lahan karena keluar mata air yang besar. Jadi ketika irigasi kering seperti saat ini, alhamdulillah mata air yang keluar di lahan ini besar jadi kolam ini tidak kering. Dari 2 kolam yang awalnya dibangun akhirnya bisa buka 7 kolam karena banyaknya sumber air. Jadi mata air ini yang datang dari langit ditambah hujan maka tempat ini yang menjadikan telaga. Dan telaga sebagai tempat menampung air atau wadah menampung air. Air sebagai simbol rezeki, karena rezeki yang diturunkan Maha Kuasa berupa air dari langit. Inilah yang menjadikan nama Telaga Banyu Langit,” cerita Erik.

Telaga Banyu Langit berada diatas lahan seluas 4.500 meter persegi dengan lahan parkir seluas 2 Hektare (Ha) sehingga bisa menampung banyak pengunjung.

Hingga Minggu (27/2/2022) soft opening di Wisata Telaga Banyu Langit sebagai tempat rekreasi keluarga di Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti sudah dimulai.

Pada soft opening Wisata Telaga Banyu Langit itu Erik mengungkapkan pihaknya mengadakan lomba memancing dan para pemancing bisa membawa keluarga. Dan bagi keluarga yang tidak memancing bisa memilih tempat rekreasi lainnya.

“Untuk hadiah ada sepeda motor, sepeda, kulkas, mesin cuci dan kipas angin berikit masing-masing pemenang lomba mancing akan menerima tropi. Sengaja diadakan lomba berbarengan dengan soft opening, peserta pada lomba memancing sekitar 50an orang,” jelasnya.

“Ini salah satu konsep kita. Bapaknya yang mancing itu, ibu dan anak atau keluarganya ikut rekreasi. Alhamdulillah sesuai dengan harapan, bapak-bapak yang mancing pada soft opening ini keluarga ikut berekreasi. Lebih kurang ribuan masyarakat telah hadir di Telaga Banyu Langit. Dan respons masyarakat, Alhamdulillah menyambut baik Telaga Banyu Langit yang telah soft opening,” ungkapnya bahagia.

Di Telaga Banyu Langit juga tersedia banyak menu makanan dan minuman mulai dari ikan goreng dan bakar, pindang ikan, pepes tempoyak. Tidak hanya ikan, ayam pun juga ada mulai sop ayam, ayam goreng, tongseng ayam hingga sambal telur ada di sini.

“Banyak menu yang lain, rendang, pindang tulang, dendeng dan bistik. Tongseng daging kambing, sate kambing hingga gule kambing tersedia. Ada yang spesial di sini, lemang, atau mau lemang rendang, lemang ayam bakar atau mau lemang gulai. Dan tidak ketinggalan cah kangkung, lalapan, sambal tumis dan sambal terong juga tersedia. Mau menu minuman aneka jus juga banyak tersedia di sini, untuk wedang jahe dogan murni dan sirup juga tersedia. Jadi tunggu apa lagi buruan ke sini, ke Telaga Banyu Langit,” jelasnya.

Mau adakan kegiatan arisan, reuni dan kumpul kerabat bisa juga di Telaga Banyu Langit. Di sini ada tempat untuk karaoke bebas, dan pastinya ada juga resto yang berkapasitas 100 orang dan resto lesehan untuk kapasitas sekitar 50 orang. Tidak lupa juga handboat untuk rekreasi anak-anak dilengkapi dengan pengamanan yang ketat.

“Pastinya kita dari pihak pengelola selalu akan melakukan pengembangan selanjutnya agar nanti pengunjung tidak bosan. Mulai dari makanan, minuman hingga spot-spot foto, bermain anak. Pastinya kita akan ada penambahan karena lokasi kita luas,” ungkap Erik untuk keinginannya kedepan.

Sedangkan saung-saung ada 11 unit ungkapnya, juga menyediakan musola yang lumayan luas di lantai atas. Dan bagi yang tidak membawa joran untuk memancing tenang saja telah disediakan di sini.

“Buruan ke sini, bagi keluarga yang memancing akan diberikan free tiket masuk. Cukup hanya membayar mancing saja. Jadi untuk pengunjung yang tidak memancing, atau mau berwisata di sini dikenakan tiket pengunjung yakni untuk dewasa Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya Telaga Banyu Langit ini, suatu keluarga itu bisa berkumpul dan berinteraksi sosial secara alami dan bisa bermain bersama keluarga.

“Di dalam keluarga itu sibuk dengan masing-masing kegiatannya lalu interaksi berkurang. Jadi dengan adanya wisata rekreasi ini bisa bermain bersama dan bisa menimbulkan keakraban,” harapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *