Bupati Ungkap Empat Isu Strategis

Bupati Mura, Hj Ratna Machmud didampingi pejabat dilingkungan Pemkab Mura disaksikan Kalpores Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono, perwakilan dari Dandim 0406/Lubuklinggau, dan Ketua DPRD Kabupaten Mura, Azandri menandatangani berita acara Musrenbang Tingkat Kabupaten Mura di Auditorium Pemkab Mura, Jumat (1/4/2022). 

EMPAT isu strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) jadi prioritas kedepan. informasi tersebut disampaikan Bupati Mura, Hj Ratna Machmud pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Mura di Auditorium Pemkab Mura, Jumat (1/4/2022).

Empat isu strategis yang dimaksud yakni pertama, percepatan infrastuktur yang berbasis lingkungan. Kedua, penanganan kemiskinan dan pemulihan ekonomi.  Ketiga adalah kualitas sumber daya manusia. Dan keempat tentang peningkatan pelayanan publik.

Bupati Mura, Hj Ratna Machmud didampingi pejabat dilingkungan Pemkab Mura disaksikan Kalpores Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono, perwakilan dari Dandim 0406/Lubuklinggau, dan Ketua DPRD Kabupaten Mura, Azandri menandatangani berita acara Musrenbang Tingkat Kabupaten Mura di Auditorium Pemkab Mura, Jumat (1/4/2022).

Selain itu, bersama Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, Bupati Musi Rawas telah merancang program priotas, yang tertuang dalam visi-misi Musi Rawas MANTAB (maju, mandiri dan bermartabat).

Diantaranya program santunan kematian, seragam gratis bagi siswa tidak mampu, bantuan kesehatan, satu desa satu ambulance, lalu ada program satu kecamatan satu alat berat, ada juga program bantuan pesantren.

Bupati menegaskan, program-program tersebut sebagian besar sudah terealisasi, dalam satu tahun kepemimpinannya.

Dibidang insfrastruktur, Bupati punya cita-cita satu periode jalan mulus. Tahun 2021 lalu, sudah terealisasi 30-40%.

Bupati optimis satu periode semua jalan mulus di Kabupaten Mura.

Kemudian program rumah tahfidz sudah berjalan, tahun 2022 ini, akan didirikan 50 rumah tahfidz.

Bantuan untuk pesantren juga sudah disalurkan. Ditambah bantuan untuk masjid.

“Tahun 2022 ini kita akan bantu 15 masjid, satu masjid Rp 50 juta,” paparnya.

Seragam gratis, juga sudah mulai ditrealisasi. Program ini membantu agar tidak ada lagi anak putus sekolah. Karena saat ini rata-ratq pendidikan di Kabupaten Mura hanya 7,5 tahun.

Sementara program yang belum dilaksanakan adalah bantuan ambulance, dan juga bantuan alat berat per kecamatan, untuk membuka lahan.

” Maka tahun ini akan ada pembelian beberapa alat berat dan beberapa unit ambulance. Sehingga 9 program prioritas terealisasasi 100 %,” jelasnya.

Dijelaskan pula, musrenbang dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2023. Tema pembangunan tahun depan peningkatan insfrastruktur untuk Kabupaten Mura MANTAB. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *